Penelitian Tindakan Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

 

 

 

 

 

 

 

Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan

Kepala Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN

DIREKTORAT JENDERAL

PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

2010


SAMBUTAN

DIREKTUR JENDERAL

PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

 

 

Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi pelatihan untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar kepala sekolah/madrasah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala sekolah.

Materi pelatihan ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu kepala sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan kepala sekolah di propinsi dan kabupaten/kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan kepala sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional dan akuntabel.

Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan kepala sekolah sesuai dengan standar kepala sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kepala Sekolah/Madrasah dapat diwujudkan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif, berpikir kritis, cakap penyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan.

 

Jakarta, Januari 2010

Direktur Jenderal PMPTK

 

 

 

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si

NIP. 19490828 197903 1 001

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi kepala sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Materi pelatihan yang telah disusun merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan kepala sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan kepala sekolah sangat penting mengingat peran strategis kepala sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan.

Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi kepala sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Kami menyadari bahwa materi pelatihan masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun yang telah berusaha dan berhasil menyiapkan materi pelatihan yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi kepala sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan kepala sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Semoga materi pelatihan ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan kepala sekolah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

 

Jakarta, Januari 2010

Direktur Tenaga Kependidikan

Surya Dharma, MPA, Ph.D

19530927 197903 1 001

 

DAFTAR ISI

 

 

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN                                                                                                            1

KATA PENGANTAR

  1. Latar Belakang                                                                                                        1
    1. PENDAHULUAN 1
    2. Standar Kompetensi PTS                                                                                      2
    3. Deskripsi Materi Pelatihan                                                                                    2
    4. Langkah-langkah Mempelajari Materi Pelatihan                                                 2

 

KEGIATAN BELAJAR 1                                                                                               4

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

  1. Pengantar                                                                                                                4
  2. Definisi PTS                                                                                                            5
  3. Tujuan PTS                                                                                                             5
  4. Ciri-Ciri PTS                                                                                                            6
  5. Etika dalam Melaksanakan PTS                                                                            6
  6. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru     7
  7. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS                                                                    9
  8. Langkah-langkah PTS                                                                                            10
  9. Latihan Kegiatan Belajar                                                                                       12
  10. Ringkasan                                                                                                                15
  11. Refleksi                                                                                                                    15

 

KEGIATAN BELAJAR 2

PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN PTS                                                   17

  1. Pendahuluan                                                                                                           17
  2. Latihan                                                                                                                     18
  3. Format Proposal PTS                                                                                            18
  4. Format Laporan PTS                                                                                              19
  5. Penjelasan Format Proposal dan Laporan PTS                                                 21
  6. Refleksi                                                                                                                    24

 

KEGIATAN BELAJAR 3                                                                                              

EVALUASI LAPORAN PTS                                                                                          26

  1. Cara Mengevaluasi Laporan PTS                                                                         26
  2. Refleksi                                                                                                                    28

 

Daftar Pustaka                                                                                                               30


PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

Salah satu indikator kompetensi profesional adalah kompetensi pengembangan profesi. Satu di antara pengembangan profesi adalah kemampuan dalam bidang penelitian dan pengembangan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak kepala sekolah/madrasah yang perlu penguatan kemampuannya dalam bidang penelitian dan pengembangan. Sebagian dari mereka masih ada yang belum memahami bagaimana membuat proposal, melaksanakan, dan melaporkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan baik. Sebagian dari mereka ada yang sudah memahami tetapi belum melakukannya. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknik PTS.

Sosialisasi dan bimbingan teknik PTS selama ini ternyata masih belum memadai untuk menjangkau seluruh kepala sekolah dalam waktu yang relatif singkat. Intensitas dan kedalaman penguasaan materi kurang dapat dicapai dengan kedua strategi ini karena terbatasnya waktu.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya penguatan kompetensi kepala sekolah dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satu strategi untuk menguatkan kemampuan kepala sekolah/madrasah adalah melaksanakan pelatihan.

Penguatan ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman, dan motivasi para kepala sekolah untuk menyelesaikan permasalahan di sekolahnya melalui metode ilmiah yang antara lain berupa PTS. Bila penyelesaian masalah di sekolah dibiasakan melalui PTS, maka kompetensi PTS kepala sekolah akan meningkat dan berimplikasi pada peningkatan kreativitas, inovasi, mampu menyelesaikan masalah, berpikir kritis, dan bernaluri kewirausahaan. Bahkan dampak lainnya pun akan meningkatan angka kredit kepala sekolah dalam proses kenaikan pangkat dan atau sertifikasi yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan.

 

 

  1. Standar Kompetensi PTS

Peserta pelatihan diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep PTS,
  2. Menyusun proposal dan laporan PTS,
  3. Mengevaluasi laporan PTS,
  4. Membimbing guru dalam membuat PTK sebagai kegiatan pengembangan profesi guru.

 

  1. Deskripsi Materi Pelatihan

Materi pelatihan terdiri atas lima bagian yaitu

  1. dimensi kompetensi manajerial dengan materi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),
  2. dimensi Kompetensi Kewirausahaan dengan materi Kewirausahaan;
  3. dimensi kompetensi supervisi dengan materi Supervisi Akademik dan Kepemimpinan Pembelajaran;
  4. PTS.

Materi pelatihan pada bagian ini dibatasi pada PTS yang meliputi kegiatan belajar:

  1.  Konsep PTS,
  2.  Penyusunan Proposal dan Laporan PTS, dan
  3.  Evaluasi Laporan PTS.

 

  1. Langkah-langkah Mempelajari Materi Pelatihan

Aktivitas Kelompok

Aktivitas Individu

Membaca Bahan Belajar

 Mediskusikan

Bahan Belajar

Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus

 Sharing Perma-salahan dan Hasil Pelaksanaan Latihan

Membuat Rangkuman

 Membuat Rangkuman

Melakukan Refleksi, Membuat Rencana Aksi (Action Plan)

Melakukan Refleksi.

Bahan belajar ini dirancang untuk dipelajari oleh kepala sekolah dalam pelatihan. Oleh karena itu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok. Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca materi pelatihan, (2) melakukan latihan/tugas, mengatasi masalah/kasus pada setiap kegiatan belajar, (3) membuat rangkuman/kesimpulan, dan (4) melakukan refleksi, dan membuat rencana tindakan. Sedangkan aktivitas kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi pelatihan, (2) bertukar pengalaman dalam melakukan latihan/menyelesaikan masalah/kasus, (3) melakukan seminar/diskusi hasil latihan/tugas yang dilakukan, dan (4) bersama-sama melakukan refleksi, membuat rencana tindakan (action plan). Langkah-langkah tersebut dapat digambarkan seperti berikut.

Aktivitas Kelompok

Aktivitas Individu

Membaca Materi Pelatihan

 Mediskusikan

Materi Pelatihan

Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus

 Sharing Perma-salahan dan Hasil Pelaksanaan Latihan

Membuat Rangkuman

 Membuat Rangkuman

Melakukan Refleksi, Membuat Rencana Aksi (Action Plan)

Melakukan Refleksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Langkah-langkah Kegiatan Pelatihan

Dari gambar di atas tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal yang utama. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk berbagi, memberikan pengayaan, dan penguatan terhadap kegiatan belajar yang telah dilakukan individu masing-masing.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan peserta pelatihan baik secara individu maupun bersama-sama dapat meningkatkan kompetensinya, yang pada gilirannya diharapkan berdampak pada peningkatan kompetensi guru yang dibinanya dan akhirnya mampu menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, mampu menyelesaikan masalah, berpikir kritis, dan bernaluri kewirausahaan.

 

 

 

 

 

KEGIATAN BELAJAR 1

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

 

 

Selamat membaca dan mempelajari kegiatan belajar 1 tentang konsep PTS. Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, Bapak/Ibu diharapkan memahami konsep PTS. Hasil pemahaman Bapak/Ibu terhadap konsep PTS dapat digunakan sebagai tahap awal untuk memperbaiki dan mengembangkan guru dan siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan. Kepala sekolah akan berusaha kuat untuk memahami konsep PTS apabila ada kemauan dan spirit kuat untuk berubah ke arah yang lebih baik yaitu lebih maju dan lebih berkembang.

Bapak/Ibu akan mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan belajar 1, jika ada kemauan yang kuat. Bukankah di mana ada kemauan di situ ada cara/jalan? Konsep PTS yang sudah Bapak/Ibu praktikkan dengan sukses melalui rencana tindakan akan menjadi contoh bagi guru dan siswa dalam rangka untuk mengubah pola pikir, pola sikap, dan pola tindak mereka agar mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan. Selamat belajar!

 

  1. Pengantar

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan pengelolaan sekolah, kepala sekolah dapat melakukan PTS sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Dengan demikian, yang pertama harus ada dalam penelitian PTS bukanlah diawali dengan membuat judul tetapi diawali dengan menemukan adanya masalah dan tantangan-tantangan untuk melakukan pembaruan atau inovasi.

Masalah-masalah yang akan dirumuskan adalah masalah-masalah aktual yang penting dan mendesak. Jika masalah-masalah itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindakan spesifik yang diyakini benar-benar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Selain berangkat dari permasalahan, PTS juga dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu pembaruan ataupun inovasi dalam berbagai aspek sekolah. Misalnya manajemen perubahan, inovasi pembelajaran, pengembangan kultur baru di sekolah, dan inovasi kepemimpinan pembelajaran.

Saat ini, penelitian paling banyak dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah PTS. Penelitian tindakan yang dilakukan guru disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTS bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di sekolah. Sedangkan PTK bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran di kelas.

 

  1. Definisi PTS

PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di sekolah untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki praktik-praktik kerja, dan melakukan inovasi sekolah serta mengembangkan ilmu pengetahuan terapan (professional knowledge).

Berdasarkan definisi tersebut, maka ciri utama PTS adalah melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki situasi atau melakukan inovasi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran sehingga mampu menghasilkan siswa yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap dalam menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan.

 

  1. Tujuan PTS

Tujuan PTS adalah sebagai berikut.

  1. Memperbaiki situasi sekolah saat ini.
  2. Meningkatkan mutu input, proses, dan output sekolah.
  3. Mengembangkan inovasi input, proses, dan output sekolah.
  4. Meningkatkan kinerja sekolah yang terkait dengan mutu, inovasi, keefektifan, efisiensi, dan produkivitas sekolah.
  5. Meningkatkan kemampuan profesional sebagai kepala sekolah.
  6. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.
  7. Membimbing guru dalam merencanakan, melaksanakan, melaporkan, dan menindaklanjuti hasil PTS.
  8. Mengembangkan ilmu terapan/praktis (professional knowledge).

 

  1. Ciri-ciri PTS

Ciri utama PTS adalah sebagai berikut.

  1. Adanya tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.
  2. Bersifat kualitatif, meskipun dapat menggunakan data kuantitatif.
  3. Didasarkan pada masalah atau tantangan yang dihadapi kepala sekolah.
  4. Ada perubahan positif pada kepala sekolah dan sekolahnya.
  5. Penelitian dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan, pengawas, siswa, maupun pihak-pihak lain yang terkait.
  6. Peneliti juga bertindak sebagai praktisi yang melakukan refleksi.
  7. Setiap siklus memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, dan refleksi.
  8. Jumlah siklus tergantung pencapaian tujuan PTS. Jika satu siklus belum mencapai tujuan maka dapat dilanjutkan pada siklus ke dua, dan seterusnya.
  9. Tidak ada rumusan hipotesis karena PTS tidak untuk menguji hipotesis.

 

  1. Etika dalam Melaksanakan PTS

Ketika melaksanakan PTS perlu memperhatikan etika antara lain sebagai berikut.

  1. Bersikap jujur yaitu tidak plagiat, tidak fiktif, tidak merubah data, dan menuliskan sumber referensi yang dikutip.
  2. Tidak boleh mengganggu tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah.
  3. Tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan tugas mengajar guru serta kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung di sekolah.
  4. Jangan terlalu banyak menyita waktu dalam pengambilan data.
  5. Meminta ijin kepada orang-orang yang diteliti.
  6. Menjamin kerahasiaan data responden yang diteliti.

 

 

 

  1. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru

Perbedaan penelitian tindakan oleh pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru adalah seperti Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru

Peneliti

Ruang Lingkup Penelitian

Subjek Penelitian

Aspek yang Diteliti

Pengawas

sekolah

Sekolah Pengawas Sekolah/

Kepala sekolah

 

 

  • Delapan Standar Nasional Pendidikan.
  • Tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah/kepala sekolah.
  • Peranan pengawas sekolah/kepala sekolah.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan Menyelesaikan masalah.
Guru

 

 

 

  • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
  • Tugas pokok dan fungsi guru.
  • Peranan guru.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Tenaga kependidikan

 

 

 

  • Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium, Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.
  • Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.
  • Peranan tenaga kependidikan.
  •  Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaian masalah.
Kepala sekolah Sekolah Kepala Sekolah

 

 

 

 

 

  • Delapan Standar Nasional Pendidikan.
  • Tugas pokok dan fungsi kepala sekolah.
  • Peranan kepala sekolah.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah
Guru

 

  • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
  • Tugas pokok dan fungsi guru.
  • Peranan guru.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Tenaga kependidikan

 

 

  • Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium, Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.
  • Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.
  • Peranan tenaga kependidikan. .
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Siswa
  • Standar Kompetensi Lulusan.
  • Standar Penilaian.
  • Berpikir Kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Guru Kelas Guru

 

 

 

 

 

  • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
  • Tugas pokok dan fungsi guru.
  • Peranan guru.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Siswa
  • Standar Kompetensi Lulusan.
  • Standar Penilaian.
  • Kegiatan Kesiswaan.
  • Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan memecahkan masalah.

 

  1. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS

Perbedaan antara PTS dengan bukan PTS sebagaimana Tabel 2 beikut.

 

Tabel 2. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS

Aspek

PTS

Bukan PTS

Dilaksanakan oleh Praktisi yaitu kepala sekolah, pengawas sekolah. Teoretisi yaitu ilmuan di luar sekolah.
Tujuan penelitian Tidak untuk menguji teori tetapi untuk memecahkan masalah, menghadapi tantangan, memperbaiki situasi sekolah. Tidak ada hipotesis.

Tidak untuk solusi yang berlaku umum (tidak untuk membuat generalisasi).

Menguji teori melalui hipotesis dan atau mengembangkan pengetahuan baru.

 

Untuk membuat generalisasi.

Jenis data Kualitatif/dan atau kuantitatif Kualitatif/dan atau kuantitatif.
Maksud pengumpulan dan analisis data Menyelesaikan masalah praktis, mengarahkan rencana tindakan. Mendapatkan pemahaman terhadap gejala, dan menguji hipotesis.
Standar mutu penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan situasi, kondisi, dan kinerja sekolah. Hasil penelitian mampu memverifikasi teori.
Pemakai utama Warga sekolah. Ilmuwan, praktisi, birokrat, usahawan, dan masyarakat.

 

 

 

 

  1. Langkah-langkah PTS

Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah PTS seperti Gambar 1 berikut Catatan: Pengamatan dilanjutkan Evaluasi.

Pelaksanaan

Refleksi

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan  

Dan Evaluasi

Refleksi

Perencanaan

SIKLUS I

SIKLUS II

?

Pengamatan dan Evaluasi

Gambar 1. Langkah-langkah PTS

 

Siklus PTS meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Masing-masing langkah dijelaskan sebagai berikut.

 

Perencanaan

Perencanaan adalah langkah awal yang dilakukan peneliti saat akan memulai tindakannya. Agar perencanaan mudah dipahami oleh peneliti yang akan melakukan tindakan, maka peneliti membuat rencana tindakan yang meliputi:

(a)    rumusan masalah yang akan dicari solusinya;

(b)    rumusan tujuan penyelesaian masalah/tujuan menghadapi tantangan/tujuan melakukan inovasi;

(c)    rumusan indikator keberhasilan pemecahan penyelesaian masalah/keberhasilan menghadapi tantangan/keberhasilan melakukan inovasi;

(d)    rumusan langkah-langkah kegiatan penyelesaian masalah/kegiatan menghadapi tantangan/kegiatan melakukan inovasi;

(e)    identifikasi warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi;

(f)     identifikasi metode pengumpulan data yang akan digunakan;

(g)    penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi;

(h)   penentuan waktu dan tempat pelaksanaan;

(i)     idenifikasi fasilitas yang diperlukan.

 

Pelaksanaan (Tindakan)

Pelaksanaan adalah penerapan dari perencanaan. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah sebagai berikut.

(a)    Apakah ada kesesuaian antara rencana tindakan dengan pelaksanaannya?

(b)    Hal-hal apa yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi?

(c)    Bagaimana cara melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi?

(d)    Apakah tindakan yang dilaksanakan telah terarah pada pencapaian tujuan penelitian?

(e)    Seberapa besar pelaksanaan tindakan melibatkan warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya?

(f)     Apa peran masing-masing warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya dalam melaksanakan tindakan?;

 

Pengamatan dan Evaluasi

Pengamatan adalah pencermatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang diamati adalah proses tindakan yang berlangsung selama tahap pelaksanaan PTS. Pengamatan menggunakan instrumen yang berisi indikator-indikator proses tindakan. Evaluasi adalah proses penetapan hasil pelaksanaan tindakan berdasarkan indikator-indikator tujuan PTS yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk melakukan refleksi.

 

Refleksi

Refleksi dilakukan terhadap proses dan hasil pelaksanaan tindakan dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus berikutnya untuk meningkatkan hasil yang lebih baik.

  1. Latihan Kegiatan Belajar 1

Tugas Kelompok

1.    Pilih salah satu topik berikut (sesuai pembagian kelompok)

a.    Manajemen sekolah.

b.    Kepemimpinan pembelajaran.

c.    Supervisi akademik.

d.    Kultur sekolah/ moralitas sekolah.

e.    Kewirausahaan dalam rangka mendukung pembelajaran.

f.     Pengembangan profesionalisme guru.

g.    Pengembangan kreativitas kepala sekolah, guru, dan siswa.

h.    Kurikulum dan implementasinya.

i.     Pengembangan inovasi pengelolaan sekolah, kelas, dan pembelajaran.

j.     Pengembangan sistem evaluasi pembelajaran.

k.    Berpikir kritis kepala sekolah, guru, dan siswa.

l.     Penyelesaian masalah oleh kepala sekolah, guru, dan siswa.

 

2.    Diskusikan topik tersebut, rumuskan jawaban setiap butir pertanyaan di bawah ini dan tuliskan pada kolom yang telah disediakan.

a.    Alur Berpikir :

1)     Tulislah masalah-masalah atau kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah ketika melaksanakan tugas sesuai dengan topik yang dibahas.

 

 

 

 

 

 

2)     Pilihlah salah satu masalah (butir 1.a.) yang paling penting dan segera diselesaikan masalahnya.

 

 

 

 

 

3)     Berikan alasan mengapa masalah tersebut penting dan segera diselesaikan masalahnya!

 

 

 

 

 

 

4)     Kemukakan faktor-faktor yang menyebabkan muculnya masalah tersebut!

 

 

 

 

 

 

5)     Rumuskan alternatif-alternatif penyelesaian masalah dan pilihlah salah satu alternatif yang terbaik!

1. Alternatif-alternatif penyelesaian masalah:

 

 

 

 

 

2. Alternatif yang terbaik:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b.    Kerangka Kerja

Siklus 1

1.    Rencana Tindakan (berisi rumusan masalah dan rencana solusinya)

 

 

 

 

 

 

2.   Pelaksanaan Tindakan (catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini baru latihan/exercise)

 

 

 

 

 

3.    Pengamatan/Pengumpulan Data, Evaluasi Proses dan Hasil Tindakan (catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini baru latihan/exercise)

Isilah format pengamatan untuk mengamati proses tindakan dalam siklus PTS berikut ini!

 

No.

Aspek yang diamati

Data pendukung

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.    Refleksi (catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini baru latihan/exercise)

 

 

 

 

Jika masalah belum terselesaikan, rumuskan rencana siklus 2, 3, dan seterusnya hingga masalah terselesaikan     

 

  1. Ringkasan

PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di sekolah untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki praktik-praktik kerja, dan melakukan inovasi sekolah serta mengembangkan ilmu pengetahuan terapan (professional knowledge). Langkah-langkah PTS perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, refleksi.

 

  1. Refleksi

Mohon untuk mengisi lembar refleksi di bawah ini berdasarkan materi pelatihan yang Bapak/Ibu sudah pelajari.

 

 

Nama: _____________________     Tanggal: _______________

 

•      Kegiatan apa saja yang telah saya lakukan di sekolah yang pada prinsipnya mendekati/sesuai dengan kerangka pikir materi pelatihan ini?

 

 

 

 

•      Hal-hal apa saja yang sudah saya pahami terkait dengan materi pelatihan ini?

 

 

 

 

•      Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi kegiatan ini tetapi belum ditulis pada materi pelatihan ini?

 

 

 

 

•      Manfaat apa saja yang saya peroleh dari materi pelatihan ini untuk menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah?

 

 

 

 

•      Langkah-langkah apa saja yang perlu ditempuh untuk menerapkan materi pelatihan ini dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah saya?

 

Selamat karena Bapak/Ibu telah selesai mempelajari kegiatan belajar ini. Selanjutnya, selamat melakukan rencana tindakan. Untuk menambah pengetahuan, Bapak/Ibu dimohon untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya.

 

KEGIATAN BELAJAR 2

 PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN PTS

 

Selamat membaca dan mempelajari kegiatan belajar 2 tentang penyusunan dan laporan PTS. Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, Bapak/Ibu diharapkan memahami penyusunan dan laporan PTS. Hasil pemahaman Bapak/Ibu tentang penyusunan dan laporan PTS dapat digunakan sebagai tahap awal untuk memperbaiki dan mengembangkan guru dan siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan. Kepala sekolah akan berusaha kuat untuk memahami penyusunan dan laporan PTS apabila ada kemauan dan spirit kuat untuk berubah ke arah yang lebih baik yaitu lebih maju dan lebih berkembang.

Bapak/Ibu akan mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan belajar 2, jika ada kemauan yang kuat. Bukankah di mana ada kemauan di situ ada cara/jalan? Penyusunan dan laporan PTS yang sudah Bapak/Ibu praktikkan dengan sukses melalui rencana tindakan akan menjadi sarana untuk membimbing guru dalam menyusun dan melaporkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selamat belajar!

 

  1. Pendahuluan

Penilaian Awal diri sendiri: Berilah tanda (V) pada pertanyaan di bawah ini.

Tabel 1. Penilaian Tahap 1 (Awal) sampai Tahap 8 (Akhir)

Tahap-tahap

1

2

3

4

5

6

7

8

Saya belum pernah melihat proposal PTS, apalagi menyusun-nya. Saya sudah pernah melihat proposal PTS tetapi belum tahu menyusun-nya Saya pernah menyu-sun propo-sal PTS Saya mampu mengajar orang lain menyusun proposal PTS. Saya belum pernah melihat Laporan PTS apalagi menyusun-nya. Saya sudah pernah melihat laporan PTS tetapi belum tahu menyusun-nya. Saya pernah menyu-sun laporan PTS Saya mampu menga-jar orang lain menyu-sun laporan PTS.

 

 

 

 

Hasil

Jika Anda mempelajari kegiatan belajar 2 ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Menyusun proposal PTS,
  2. Menyusun laporan PTS,
  3. Membimbing guru tentang cara menyusun proposal PTK,
  4. Membimbing guru tentang cara menyusun laporan PTK.

 

  1. Latihan

Tugas 1

Urutkan sistematika Bab I proposal PTS berikut ini !

 

Latar Belakang

Tujuan Penelitian

Definisi Istilah

Pembatasan Masalah (Fokus Penelitian)

Rumusan Masalah

Identifikasi Masalah

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

 

Tugas 2

Tugas Kelompok

Bentuk kelompok sekitar 5 atau 10 orang.

Diskusikan sistematika yang telah Anda susun di kelompok masing-masing.

Hasil diskusi disajikan. Kelompok lain dan fasilitator memberi komentar yang konstruktif.

 

  1. Format Proposal PTS

Langkah awal sebelum melakukan PTS adalah menyusun proposal. Proposal PTS adalah rencana penelitian tindakan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan PTS. Jika proposal disusun dengan benar maka pelaksanaan PTS akan terarah sesuai dengan tujuan akan dicapai. Jika proposal salah maka pelaksanaan PTS pun akan salah pula. Oleh sebab itu, proposal harus disusun dengan benar agar pelaksanaan PTS dapat mencapai tujuan.

 

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

B.    Identifikasi Masalah (jika diperlukan)

C.   Pembatasan Masalah (Fokus Penelitian) (jika diperlukan)

D.   Rumusan Masalah

E.    Tujuan Penelitian

F.    Manfaat Penelitian

G.   Definisi Istilah (jika diperlukan)

 

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A.    Deskripsi Sekolah

B.    Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan (jika diperlukan)

C.   Usulan-usulan tentang penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

 

BAB III METODE PENELITIAN

A.    Pentahapan Penelitian Tindakan

B.    Lokasi dan Waktu Penelitian

C.   Subjek Penelitian

D.   Tindakan

E.    Teknik Pengumpulan Data

F.    Instrumen Penelitian (jika diperlukan)

G.   Teknik Analisis Data

 

  1. Format Laporan PTS

BAB I PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

B.     Identifikasi Masalah (jika diperlukan)

C.     Pembatasan Masalah (Fokus Penelitian) (jika diperlukan)

D.     Rumusan Masalah

E.     Tujuan Penelitian

F.     Manfaat Penelitian

G.     Definisi Istilah (jika diperlukan)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A.     Deskripsi Sekolah

B.     Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan

C.     Usulan-usulan tentang penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

BAB III METODE PENELITIAN

A.     Pentahapan Penelitian Tindakan

B.     Lokasi dan Waktu Penelitian

C.     Subjek Penelitian

D.     Tindakan

E.     Teknik Pengumpulan Data

F.     Instrumen Penelitian (jika diperlukan)

G.     Teknik Analisis Data

BAB IV SIKLUS TINDAKAN

A.     Siklus/tahap 1

1.    Perencanaan

2.    Pelaksanaan

3.    Pengamatan dan Evaluasi

4.    Refleksi

B.    Siklus/tahap 2 (jika diperlukan)

C.   Siklus/tahap 3 (jika diperlukan)

D.   Siklus/tahap 4 (jika diperlukan)

Keterangan: setiap siklus harus ada tujuan yang akan dicapai, tindakan untuk mencapai tujuan, hasil atas tindakan yang dilakukan pada setiap siklus, isu-isu/tema-tema yang muncul dari setiap siklus serta kaitannya dengan praktik-praktik sebelumnya, dan apa implikasinya bagi tindakan untuk siklus berikutnya. Jumlah siklus relatif, tergantung ketercapaian tujuan penelitian.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A.     Simpulan

B.     Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

  1. Penjelasan Format Proposal dan Laporan PTS

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Berisikan uraian singkat situasi nyata sekolah, situasi sekolah yang diharapkan, dan pentingnya PTS dilakukan.

B.    Identifikasi Masalah (jika diperlukan)

Berisikan masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang dihadapi sekolah.

Contoh masalah : Rendahnya motivasi kerja guru.

Contoh tantangan: Perubahan dari cara mengajar konvensional menuju cara mengajar inovatif (PAIKEM, Pembelajaran Kontekstual, lesson study).

  1. Pembatasan Masalah (Fokus Penelitian) (jika diperlukan)

Berisikan pilihan salah satu atau lebih dari masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang tercantum dalam indentifikasi masalah yang akan dijadikan fokus PTS.

  1. Rumusan Masalah

Berisikan rumusan masalah yang ditulis dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan berdasarkan pembatasan masalah.

  1. Tujuan Penelitian

Berisikan pernyataan tentang perubahan yang diharapkan dari hasil PTS.

 

  1. Manfaat Penelitian

Berisikan pernyataan tentang manfaat PTS bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan sekolah pada umumnya serta pengembangan ilmu praktis/aplikatif.

G.    Definisi Istilah (jika diperlukan)

Berisikan penjelasan istilah-istilah/kata-kata kunci yang tercantum dalam judul PTS.

Contoh judul, “Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui kepemimpinan pembelajaran di SD 1 Klaten”.

Definisi istilah:

Hasil belajar adalah …………………………………………………….

Kepemimpinan pembelajaran adalah ……………………………….

 

BAB II KAJIAN PUSTAKA

  1. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan

Berisikan uraian situasi nyata sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, teori-teori, dan hasil penelitian yang relevan untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

  1. Usulan-usulan tentang penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi

Berisikan tentang usulan tindakan yang meliputi jenis tindakan, dan cara melaksanakan untuk mencapai hasil tindakan yang diharapkan seperti yang tertulis pada tujuan PTS.

 

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Pentahapan Penelitian Tindakan

Berisikan langkah-langkah PTS meliputi penyusunan proposal, penyusunan instrument (jika diperlukan), pengumpulan data, analisis data, penyusunan laporan, dan penyajian laporan PTS warga sekolah.

  1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Berisikan tempat dan jadwal pelaksanaan PTS.

  1. Subjek Penelitian

Berisikan subjek yang diteliti misalnya kepala sekolah (dirinya sendiri), guru, tenaga kependidikan, dan siswa.

  1. Tindakan

Berisikan tindakan nyata untuk melakukan perubahan dari situasi nyata sekolah menuju situasi sekolah yang diharapkan dengan cara menyelesaikan masalah/ menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Berisikan cara mengumpulkan data melalui pengamatan langsung. Pengamatan dapat juga dilakukan secara partisipatif (jika diperlukan).

  1. Instrumen Penelitian (jika diperlukan)

Berisikan instrumen pengamatan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data (jika diperlukan). Instrumen pengamatan berisi tentang proses dan hasil tindakan.

  1. Teknik Analisis Data

Berisikan analisis deskriptif tentang perubahan dari situasi nyata sekolah menuju situasi sekolah yang diharapkan sehingga dapat diketahui tingkat ketercapaian tujuan PTS.

 

BAB IV SIKLUS TINDAKAN

Uraian masing-masing siklus dapat dilihat pada kegiatan belajar 1.

Setiap siklus harus ada tujuan yang akan dicapai, tindakan untuk mencapai tujuan, hasil atas tindakan yang dilakukan pada setiap siklus, isu-isu/ tema-tema yang muncul dari setiap siklus serta kaitannya dengan praktik-praktik sebelumnya, dan apa implikasinya bagi tindakan untuk siklus berikutnya. Jumlah siklus relatif, tergantung ketercapaian tujuan penelitian.

 

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan

Berisikan jawaban terhadap rumusan masalah.

  1. Saran

Berisikan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan referensi yang dikutip saja. Cara menulis referensi lihat daftar pustaka pada materi pelatihan ini (di halaman terakhir).

LAMPIRAN

Berisikan tabel, gambar, foto, dan dokumentasi yang relevan dengan data yang dikumpulkan. Lampiran diberi nomor urut jika lebih dari dua buah.

Tuliskan lampiran yang dimaksud pada data yang ditemukan di Bab IV.

 

  1. Refleksi

Mohon untuk mengisi lembar refleksi di bawah ini berdasarkan materi pelatihan yang Bapak/Ibu sudah pelajari.

Nama: _____________________     Tanggal: _______________

•      Kegiatan apa saja yang telah saya lakukan di sekolah yang pada prinsipnya mendekati/sesuai dengan kerangka pikir materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

 

•      Hal-hal apa saja yang sudah saya pahami terkait dengan materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

 

•      Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi kegiatan ini tetapi belum ditulis pada materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

 

•      Manfaat apa saja yang saya peroleh dari materi pelatihan ini untuk menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah?

 

 

 

 

 

•      Langkah-langkah apa saja yang perlu ditempuh untuk menerapkan materi pelatihan ini dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah saya?

 

 

 

 

 

 

Selamat karena Bapak/Ibu telah selesai mempelajari kegiatan belajar ini. Selanjutnya, selamat melakukan rencana tindak lanjut. Untuk menambah pengetahuan, Bapak/Ibu dimohon untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEGIATAN BELAJAR 3

 EVALUASI LAPORAN PTS

 

Selamat membaca dan mempelajari kegiatan belajar 3 tentang evaluasi laporan PTS. Setelah mempelajari kegiatan belajar 3, Bapak/Ibu diharapkan memahami cara mengevaluasi laporan PTS yang pada akhirnya dapat membimbing dan menggerakkan guru cara mengevaluasi PTS. Kepala sekolah hanya akan berusaha untuk memahami dan mampu mengevaluasi PTS jika ada komitmen yang kuat untuk berubah dan mengetahui bahwa ia akan mendapatkan pengakuan atau penghargaan sewajarnya.

Bapak/Ibu akan mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan belajar 3, jika ada kemauan yang kuat. Bukankah, di mana ada kemauan di situ ada jalan? Evaluasi laporan PTS yang sudah Bapak/Ibu praktikkan dengan sukses, akan menjadi contoh bagi guru untuk mengevaluasi laporan PTS-nya. Selamat belajar!

 

Kegiatan Belajar 3

 

  1. Cara Mengevaluasi Laporan PTS

Evaluasi laporan PTS Anda dengan cara memberi tanda centang (V) pada kolom yang tersedia pada tabel berikut ini.

Lembar Evaluasi Laporan PTS

Beri tanda centang (V) pada kolom yang disediakan

No Aspek yang dievaluasi Tidak Layak Kurang Layak Cukup Layak Layak
  BAB I PENDAHULUAN        
A. Latar Belakang        
B. Identifikasi Masalah (jika diperlukan)        
C. Pembatasan Masalah (Fokus Penelitian) (jika diperlukan)        
D. Rumusan Masalah        
E. Tujuan Penelitian        
F. Manfaat Penelitian        
G. Definisi Istilah (jika diperlukan)        
   

 

       
  BAB II KAJIAN PUSTAKA        
A. Deskripsi Sekolah        
B. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan        
C. Usulan-usulan tentang penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi        
  BAB III METODE PENELITIAN        
A. Pentahapan Penelitian Tinadkan        
B. Lokasi dan Waktu Penelitian        
C. Subjek Penelitian        
D. Tindakan        
E. Teknik Pengumpulan Data        
F. Instrumen Penelitian (jika diperlukan)        
G. Teknik Analisis Data        
  BAB IV SIKLUS TINDAKAN        
A. Siklus/tahap 1        
  1. Perencanaan

2. Pelaksanaan

3. Pengamatan dan Evaluasi

4. Refleksi

       
B. Siklus/tahap 2 (jika diperlukan)        
C. Siklus/tahap 3 (jika diperlukan)        
D. Siklus/tahap 4 (jika diperlukan)        
  BAB V SIMPULAN DAN SARAN        
A. Simpulan        
B. Saran        
  LAMPIRAN        
  DAFRAT PUSTAKA

Bahasa yang digunakan (mudah dipahami)

       

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Refleksi

Nama: _____________________     Tanggal: _______________

 

•      Kegiatan apa saja yang telah saya lakukan di sekolah yang pada prinsipnya mendekati/sesuai dengan kerangka pikir materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

•      Hal-hal apa saja yang sudah saya pahami terkait dengan materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

•      Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi kegiatan ini tetapi belum ditulis pada materi pelatihan ini?

 

 

 

 

 

•      Manfaat apa saja yang saya peroleh dari materi pelatihan ini untuk menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah?

 

 

 

 

 

 

 

•      Langkah-langkah apa saja yang perlu ditempuh untuk menerapkan materi pelatihan ini dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah saya?

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Glikman, C.D., Gordon, S.P., & Gordon, J.M.R. 2007. Supervision and Instructional Leadrship A Developmental Approach. Seventh Edition. New York: Pearson Education, Inc.

Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Fourh Edition. Kondon: McGraw Hill.

Mills, G.E. 2003. Action Research A Guide for The Teacher Research. Second Edition. Upper Saddle River, New Jersey: Merrill Prentice Hall.

Stringer, E. 2004. Action Research in Education. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hall.

Tomlinson, H. 2005. Educational Leadership Personal Grwoth for Profesional Development. London: Sage.

 

 

BACAAN YANG DIANJURKAN

 

Creswell, J. 2008. Educational Research: Quantitative & Qualitative. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson International Edition.

Husaini Usman. 2009. Pengantar Penelitian Sosial. Edisi Ketiga. Jakarta: Bumi Aksara.

Kemmis and McTaggart (1994) The Action Research Planner, Dekain University

McNiff, J., & Whitehead, J. 2002. Action Research: Principle and Practice. Second Edition. London: Routledge Falmer.

Suhardjono, A. Azis Hoesein, dkk (1995). Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Digutentis, Jakarta : Diknas

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar, Maret 2005

Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.

Suharsimi, Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsionla Guru, 11-20 Juli 2002 di Balai penataran Guru (BPG) Semarang.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara

Supardi. 2005. Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: